ku tatap cermin dihadapku
dalam samar terlihat cahaya purnama
semakin ku pandang
semakin cepat ia memudar
ku tatap ulang cermin itu
ku raih
tapi menjauhiku
ku hirup bayang-bayang purnama itu
ku mulai menggenggamnya
tapi ku mulai ragu
apakah itu cahaya purnama yang ku dambakan?
atau hanya seonggok sabit luka?
semakin pudar
semakin pudar
semakin P U D A R
Tidak ada komentar:
Posting Komentar