Selasa, 10 April 2012

LETIH

bayang-bayang yang ku lewati 
hanya segumpal asap kerongkonganmu

seperti asap rokok
menjalar liar dalam mulutmu
dan berpijak di parumu

menggumpal hitam
sehitam arang 
berhembus di
sepanjang jalan rumahku

semua bentuk bayang-bayang
menggumpal dalam sepion masa lalu
mereka terus merontai ubun-ubun

sekeji itukah bayang-bayang asap
pagi itu?

Bandung, 030511

Tidak ada komentar:

Posting Komentar