dentuman elegi sayup-sayup
terlihat dari sukmamu
menembus lubang hitam
dalam hatiku
mencerna dan mencerca
goresan tinta kepedihan
menggapai awan mendung
akan kepalsuan
kemana harus ku bawa raga ini?
satu persatu ayat cinta ku lantunkan
tapi yang terbaca hanya kemunafikan
Gerlong, 250711
Selasa, 10 April 2012
LETIH
bayang-bayang yang ku lewati
seperti asap rokok
hanya segumpal asap kerongkonganmu
seperti asap rokok
menjalar liar dalam mulutmu
dan berpijak di parumu
menggumpal hitam
sehitam arang
berhembus di
sepanjang jalan rumahku
semua bentuk bayang-bayang
menggumpal dalam sepion masa lalu
mereka terus merontai ubun-ubun
sekeji itukah bayang-bayang asap
pagi itu?
pagi itu?
Bandung, 030511
P U R N A M A
ku tatap cermin dihadapku
dalam samar terlihat cahaya purnama
semakin ku pandang
semakin cepat ia memudar
ku tatap ulang cermin itu
ku raih
tapi menjauhiku
ku hirup bayang-bayang purnama itu
ku mulai menggenggamnya
tapi ku mulai ragu
apakah itu cahaya purnama yang ku dambakan?
atau hanya seonggok sabit luka?
semakin pudar
semakin pudar
semakin P U D A R
dalam samar terlihat cahaya purnama
semakin ku pandang
semakin cepat ia memudar
ku tatap ulang cermin itu
ku raih
tapi menjauhiku
ku hirup bayang-bayang purnama itu
ku mulai menggenggamnya
tapi ku mulai ragu
apakah itu cahaya purnama yang ku dambakan?
atau hanya seonggok sabit luka?
semakin pudar
semakin pudar
semakin P U D A R
TEGAR
melati dalam sangkar
melilitkan aroma bercinta burung dara
menahan langkah-langkah
yang kan pergi meninggalkan jagat
melati dalam sangkar
takan mudah teraba
oleh pengkhianat
yang kan meracuninya
melati dalam sangkar
tetap kokoh walau angin mengguncangnya
walau kekasihnya enggan memeluknya
ia tetap menyebarkan benih cinta
langit pun ingin menghirup aroma nafasnya
walau badai tetap menerpa wajahnya
melati dalam sangkar
melati dalam sangkar
Bandung, 240411
@07.45am
melilitkan aroma bercinta burung dara
menahan langkah-langkah
yang kan pergi meninggalkan jagat
melati dalam sangkar
takan mudah teraba
oleh pengkhianat
yang kan meracuninya
melati dalam sangkar
tetap kokoh walau angin mengguncangnya
walau kekasihnya enggan memeluknya
ia tetap menyebarkan benih cinta
langit pun ingin menghirup aroma nafasnya
walau badai tetap menerpa wajahnya
melati dalam sangkar
melati dalam sangkar
Bandung, 240411
@07.45am
EGO
cahaya pagi timbul dari matamu
cahaya itu meresap dalam denyut langkahku
cahaya malam yang kau rindukan
akan kau temukan dalam bibirku
ucapmu di pagi itu
cahaya, cahaya
apakah benar cahaya itu ada dalam tubuhmu?
cahaya,cahaya
apakah cahaya itu nyata
setelah kau biaskan mega hitam padanya
redup
kau takkan redup
tapi cahaya hatimu
kan redup seiring waktu
bandung, 240411
Selasa, 20 Maret 2012
ABADI
Hangatnya surga
tak sehangat
pagi itu
Di bawah temaramnya pagi
kau menunggu
merangkai sebuah cinta dari mimpi
kau genggam tangan ku
kau ukir dalam hatimu
dengan syahdu
kau lantunkan sebuah lagu
akan kokohnya cinta kita
seperti lilin yang tak kunjung padam
Ledeng, 200312
tak sehangat
pagi itu
Di bawah temaramnya pagi
kau menunggu
merangkai sebuah cinta dari mimpi
kau genggam tangan ku
kau ukir dalam hatimu
dengan syahdu
kau lantunkan sebuah lagu
akan kokohnya cinta kita
seperti lilin yang tak kunjung padam
Ledeng, 200312
Langganan:
Komentar (Atom)