Jumat, 16 Desember 2011

171111

rangkaian puisi indah kau lantunkan dalam hatiku
simfoni-simfoni cinta trus meradang
dalam rongga dada
hingga ku sulit melangkah tanpamu


perjalanan waktu yang panjang
trus membuntuti hati kita
kadang kita lewati jalan yang terjal
namun kita kembali bertemu
dalam jalan itu
tuk kumpulkan serpihan puisi kita


tlah satu bulan kita habiskan waktu
mengukir puisi-puisi kita
dalam jalan itu


semoga jika hangatnya pagi
menyentuh mata ini
ku trus bisa rasakan hangatnya puisi-puisi kita


selamanyaa...


happy anniversary 171111 :))


ledeng, 171211

Senin, 07 November 2011

MIMPI

ternyata yang kugenggam hanya ladang semu
jauhh....
dari rasa sebenarnya
hangatnya senyum mu
tak sehangat jemarimu malam itu


rasa cinta
bersabarlah menunggunya
biarkan malam ini ikut terlelap
dalam cahaya gelap


walau ku tau
kau hanya membawa ku
dalam fatamorgana mu
biarkan ku ikut terlelap
dan berharap nafasmu dapat ku dekap

Bandung, 081111

Rabu, 02 November 2011

SESAAT

derita
di lorong hati yang luka


cahaya murkamu menggonggong
dalam temaram malam
mengais-ngais goresan sembilu
dalam jiwa yang pilu


cahaya surgamu lari berkeping-keping
hingga hilang ditelan ombak
yang tak bergeming


sayatan itu terus mencari daging yang kosong
agar ia bisa menorehkan luka
di bibirnya, dadanya dan peluhnya


02November2011

DIAM II

diam mu
seperti
diamku padanya



DIAM I

Aku diam
bukan bisu


hanya berhenti sejenak
menunggu waktu
melewatimu


15Februari2011

PERPISAHAN

mencintaimu adalah perpisahan
menatapmu adalah perpisahan
mengingatmu adalah perpisahan
menyayangimu adalah perpisahan

tak ada sesuatu
yang dapat menyatukan kita
karna saat ku memilihmu
ku tau itu..
sebuah perpisahan

Des, 2010

LUKA

hatiku adalah hujan
jatuh ke bumi
menjadi keping-keping
dan terhempas di tanah
meninggalkan raganya


ia mengalir
dalam pengapnya got-got
di lorong-lorong celah sempit


ia terhuyung-huyung menjadi satu


ia pun hilaaang
dalam laut luas


bebas, lepas
dan tak ingin kembali
menjadi
HUJAN


04November2010

Jumat, 14 Oktober 2011

RUANG RINDU


di daun yang ikut mengalir lembut
terbawa sungai ke ujung mata
dan aku mulai takut terbawa cinta
menghirup rindu yang sesakkan dada


jalanku hampa dan ku sentuh Dia
terasa hangat oh di dalam hati
kupegang erat dan kuhalangi waktu
tak urung jua ku lihatnya pergi


tak pernah ku ragu dan slalu ku ingat
kerlingan matamu dan sentuhan hangat
ku saat itu takut mencari makna
tumbuhkan rasa yang sesakkan dada


kau datang dan pergi oh begitu saja
semua ku trima apa adanya
mata terpejam dan hati menggumam
di ruang rindu kita bertemu


Letto

Akulah si Telaga

akulah si telaga
berlayarlah di atasnya
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil
yang menggerakkan bunga-bunga padma
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya
sesampai di seberang sana
tinggalkan begitu saja
perahumu-biar aku yang menjaganya


Sapardi Djoko Damono

INGKAR

dentuman elegi sayup-sayup terlihat dari sukmamu
menembus lubang hitam dalam hati
mencerna, mencerca goresan tinta kepedihan
menggapai awan mendung akan kepalsuan


kapan mega ini kan hilang?


satu persatu goresan cinta ku lantunkan
tapi tetap
yang terbaca hanya kemunafikan


Gerlong, 250711

Kamis, 13 Oktober 2011

PADAM


Saat malam larut
tak satu pun kata terpaut
hanya wajah-Mu yang dapat ku lihat
mengikat malam yang pekat
    Saat senja datang 
    tak satu pun kata yang hilang
    hanya satu yang ku ingat
    menyelimuti hati yang hangat
Pagi pun kembali hadir
tak satu pun kata terukir
hanya kebisuan sebatang lilin
yang mulai padam dan mencair

Bdg, 071210

Kamis, 06 Oktober 2011

Mata Indah

Mata indah
masihkah ada rasa singgah di matamu
slalu hadir dalam gelap malap
dalam derit ilalang
dalam air yang payau


Mata indah
sungaimu tlah sampai ke hilir
seperti cintamu tlah mengalir
jauh dalam kelopak mataku


Mata indah
akankah cinta itu kekal dimatamu
meski kutangisi semua
yang tlah kau goreskan di mataku


Mata indah
ajarkan ku lupakan
kata-kata yang pernah tersirat dimataku
yang tlah kau ukir di mataku
akan arti sebuah rasa
yang tak bisa ku raba


Mata indah
apakah kau percaya
suatu yang slalu abadi :
dalam matamu, mata ku dan hatimu


bandung, 210311

Ayah

satu kata tlah terukir di hati
sebuah makna mendalam
dua silaba pengais kehidupan

senyummu mengandung sejuta arti
langkahmu penuh dengan keikhlasan
akan cinta abadi

matamu mengandung segudang harapan
kan slalu ku ingat sampai mati

dalam malam kau bertafakur
dalam siang kau berlumur terik
hanya tuk melihat ku yang fana jadi nyata

rangkaian puisi indah ku ukir di hatimu
sebagai kehangatan saat kau rindu
sebagai obat saat kau letih

hanya satu kata terukir di hati
.............
Ayah

bandung, februari 2011