derita
di lorong hati yang luka
cahaya murkamu menggonggong
dalam temaram malam
mengais-ngais goresan sembilu
dalam jiwa yang pilu
cahaya surgamu lari berkeping-keping
hingga hilang ditelan ombak
yang tak bergeming
sayatan itu terus mencari daging yang kosong
agar ia bisa menorehkan luka
di bibirnya, dadanya dan peluhnya
02November2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar