Herawati Murti Gustiani
Bandung, 20 Agustus
2015
Menurut KBBI kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan
suatu pikiran dan perasaan. Kita dapat memahami apa yang dirasakan pembicara
setelah ia melakukan ujaran dalam bentuk kalimat-kalimat. Bahasa lisan
terkadang tidak harus mematuhi aturan-aturan sintaksis karena bahasa lisan
melibatkan pralinguistik. Berbeda dengan bahasa tulis. Jika kita menuangkan
kalimat dalam bahasa tulis, maka kita
harus menulis kalimat sesuai kaidah sintaksis. Lalu unsur inti apa saja yang
ada dalam kalimat?
Mungkin bagi kalian masih bingung mengenai penempatan subjek,predikat, objek, pelengkap, atau keterangan dalam sebuah kalimat. Bagini, anggap saja kalimat itu adalah sebuah keluarga. Anggota
keluarga terdiri dari ayah, ibu, adik, keponakan, sepupu, dan lain-lain. Namun,
siapakah inti dalam keluarga? Tentu saja ayah dan ibu. Jika direliasikan dalam
bentuk kalimat, ayah berperan sebagai subjek dan ibu berperan sebagai predikat.
Artinya, kumpulan kata dapat disebut kalimat jika terdiri dari subjek dan
predikat. Sedangkan objek, pelengkap atau keterangan dapat kita anggap sebagai
anak, sepupu, keponakan, cucu, dll. Jadi, itu semua berfungsi sebagai penjelas
saja. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini.
Contoh kalimat:
(a)
Dia berenang.
(b)
Saya makan.
Penjelasan:
Subjek pada poin (a) terletak
pada kata dia sedangkan predikat terdapat pada kata berenang. Sedangkan pada
poin (b) subjek terletak pada kata saya dan predikat terletak pada kata makan.
Lalu, manakah inti kalimat itu? subjek atau predikat? Sebelumnya perhatikan
contoh berikut.
Tepat pukul 07.00 Karin membeli
buku dan bergegas menuju toko buku.
Setelah
kita perhatikan, kalimat di atas memiliki dua subjek dan predikat lebih dari
satu. Hal inilah yang dinamakan klausa. Agar lebih paham, lebih baik kita
analisis unsur kalimatnya.
Klausa satu konjungsi
klausa dua
(a)
Klausa satu = Tepat pukul 07.00 Karin membeli
buku.
unsur inti = tepat pukul 07.00 à
keterangan
Karin :subjek
membeli :predikat
buku :objek
(b)
Klausa dua = bergegas menuju toko buku
Mengapa klausa kedua tidak mengandung
subjek? Manakah yang termasuk predikat? Jika kita menalar klausa kedua, yang
bergegas menuju toko buku adalah Karin sehingga tidak perlu mengulang subjek. Kemudian
yang dicurigai unsur predikat ada dua kata, bergegas dan menuju. Cara termudah
mencari predikat adalah dengan menghilangkan kata tersebut. Sebuah kalimat,
jika tidak ada predikat maka akan menjadi kalimat yang tidak efektif. Agar
lebih jelasnya, mari kita hilangkan satu persatu kata bergegas dan menuju pada
kalimat di atas.
(a)
Tepat pukul 07.00 Karin membeli buku dan
bergegas toko buku.
(b)
Tepat pukul 07.00 Karin membeli buku dan menuju
toko buku.
Kalimat (a) kata menuju dihilangkan
sedangkan kalimat (b) kata bergegas dihilangkan. Manakah yang membentuk kalimat
yang efektif dan bermakna? Ya, tentu saja kalimat (b). Unsur predikat tidak
dapat dihilangkan dan jika dihilangkan akan mengubah makna. Jadi, predikat
memiliki peran yang sangat penting dalam kalimat. Sama pentingnya seperti
seorang ibu, bukan?
Semoga bermanfaat :)
Ikhtisar dari praperkuliahan S2 SPs UPI
2015
Pemateri: Bu Yeti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar