Jumat, 14 Oktober 2011
RUANG RINDU
di daun yang ikut mengalir lembut
terbawa sungai ke ujung mata
dan aku mulai takut terbawa cinta
menghirup rindu yang sesakkan dada
jalanku hampa dan ku sentuh Dia
terasa hangat oh di dalam hati
kupegang erat dan kuhalangi waktu
tak urung jua ku lihatnya pergi
tak pernah ku ragu dan slalu ku ingat
kerlingan matamu dan sentuhan hangat
ku saat itu takut mencari makna
tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
kau datang dan pergi oh begitu saja
semua ku trima apa adanya
mata terpejam dan hati menggumam
di ruang rindu kita bertemu
Letto
Akulah si Telaga
akulah si telaga
berlayarlah di atasnya
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil
yang menggerakkan bunga-bunga padma
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya
sesampai di seberang sana
tinggalkan begitu saja
perahumu-biar aku yang menjaganya
Sapardi Djoko Damono
berlayarlah di atasnya
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil
yang menggerakkan bunga-bunga padma
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya
sesampai di seberang sana
tinggalkan begitu saja
perahumu-biar aku yang menjaganya
Sapardi Djoko Damono
INGKAR
dentuman elegi sayup-sayup terlihat dari sukmamu
menembus lubang hitam dalam hati
mencerna, mencerca goresan tinta kepedihan
menggapai awan mendung akan kepalsuan
kapan mega ini kan hilang?
satu persatu goresan cinta ku lantunkan
tapi tetap
yang terbaca hanya kemunafikan
Gerlong, 250711
menembus lubang hitam dalam hati
mencerna, mencerca goresan tinta kepedihan
menggapai awan mendung akan kepalsuan
kapan mega ini kan hilang?
satu persatu goresan cinta ku lantunkan
tapi tetap
yang terbaca hanya kemunafikan
Gerlong, 250711
Kamis, 13 Oktober 2011
PADAM
Saat malam larut
tak satu pun kata terpaut
hanya wajah-Mu yang dapat ku lihat
mengikat malam yang pekat
Saat senja datang
tak satu pun kata yang hilang
hanya satu yang ku ingat
menyelimuti hati yang hangat
Pagi pun kembali hadir
tak satu pun kata terukir
hanya kebisuan sebatang lilin
yang mulai padam dan mencair
Bdg, 071210
Kamis, 06 Oktober 2011
Mata Indah
Mata indah
masihkah ada rasa singgah di matamu
slalu hadir dalam gelap malap
dalam derit ilalang
dalam air yang payau
Mata indah
sungaimu tlah sampai ke hilir
seperti cintamu tlah mengalir
jauh dalam kelopak mataku
Mata indah
akankah cinta itu kekal dimatamu
meski kutangisi semua
yang tlah kau goreskan di mataku
Mata indah
ajarkan ku lupakan
kata-kata yang pernah tersirat dimataku
yang tlah kau ukir di mataku
akan arti sebuah rasa
yang tak bisa ku raba
Mata indah
apakah kau percaya
suatu yang slalu abadi :
dalam matamu, mata ku dan hatimu
bandung, 210311
masihkah ada rasa singgah di matamu
slalu hadir dalam gelap malap
dalam derit ilalang
dalam air yang payau
Mata indah
sungaimu tlah sampai ke hilir
seperti cintamu tlah mengalir
jauh dalam kelopak mataku
Mata indah
akankah cinta itu kekal dimatamu
meski kutangisi semua
yang tlah kau goreskan di mataku
Mata indah
ajarkan ku lupakan
kata-kata yang pernah tersirat dimataku
yang tlah kau ukir di mataku
akan arti sebuah rasa
yang tak bisa ku raba
Mata indah
apakah kau percaya
suatu yang slalu abadi :
dalam matamu, mata ku dan hatimu
bandung, 210311
Ayah
satu kata tlah terukir di hati
sebuah makna mendalam
dua silaba pengais kehidupan
senyummu mengandung sejuta arti
langkahmu penuh dengan keikhlasan
akan cinta abadi
matamu mengandung segudang harapan
kan slalu ku ingat sampai mati
dalam malam kau bertafakur
dalam siang kau berlumur terik
hanya tuk melihat ku yang fana jadi nyata
rangkaian puisi indah ku ukir di hatimu
sebagai kehangatan saat kau rindu
sebagai obat saat kau letih
hanya satu kata terukir di hati
.............
Ayah
bandung, februari 2011
sebuah makna mendalam
dua silaba pengais kehidupan
senyummu mengandung sejuta arti
langkahmu penuh dengan keikhlasan
akan cinta abadi
matamu mengandung segudang harapan
kan slalu ku ingat sampai mati
dalam malam kau bertafakur
dalam siang kau berlumur terik
hanya tuk melihat ku yang fana jadi nyata
rangkaian puisi indah ku ukir di hatimu
sebagai kehangatan saat kau rindu
sebagai obat saat kau letih
hanya satu kata terukir di hati
.............
Ayah
bandung, februari 2011
Langganan:
Komentar (Atom)